Kamis, 15 Januari 2015

ARTIFICIAL INTELLIGENCE



A.    Sejarah Artificial Intelligence
Kecerdasan Buatan (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau AI) didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.
Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia.
Awal mula dari kecerdasan buatan yaitu adanya kalkulator yang digunakan sebagai alat hitung di China pada abad ke-6 SM. Seorang astronom dari Jerman bernama Wilhelm Schickard tahun 1633 menemukan kalkulator digital otomatis. Penemuan mesin hitung seringkali dihubungkan dengan filsuf asal Perancis bernama Blaise Pascal yaitu si penemu kalkulus. Namun mesin buatan Pascal hanya mampu menambah & mengurangi, sedangkan di tahun 1670-an, Gottfried Leibniz mengenalkan mesin yang bisa mengalikan & membagi. Kemudian Charles Babbage pada tahun 1792-1871 berhasil mengembangkan konsep dari alat perhitungan matematis yang dapat di program, disebut dengan ‘mesin analitik’ yang lebih dikenal dengan komputer.
Asal mula komputer modern diperkirakan pada tahun 1940-an yaitu ketika komputer tabung vakum seperti UNIVAC & ENIAC. Komputer tabung vacuum ini ditemukan untuk mempercepat perhitungan matematiika yang panjang dan menjemukan, yang biasa digunakan pihak militer. Pada tahun 1956, adanya pertemuan 10 ilmuwan di Universitas Dartmouth untuk membicarakan kemungkinan pengembangan program komputer yang mampu ‘bersikap’ cerdas. Pertemuan tersebut menjadi penentu arah penelitian AI ditentukan yang secara langsung juga mempengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Dan sejak pertemuan tersebut, AI menjadi berkembang sangat pesat dalam beraneka bentuk yang saat ini telah menyentuh kehidupan sehari-hari kebanyakan manusia serta dimanfaatkan dalam berbagai penelitian.

B.     Artificial Intelligence (AI) dan Kognisi Manusia (Mesin Berpikir)
Semua orang yang merangkai model proses pararel telah mencoba untuk menemukan solusi atas pertanyaan mengenai otak “mesin berpikir”, dan apakah komputer mampu meniru kemampuan otak serta kognisi manusia? Namun sebenarnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan cabang dari ilmu komputer yang berhubungan dengan perkembangan komputer (hardware) dan program komputer (software) yang mampu meniru fungsi kognisi manusia. AI dan psikologi kognitif memiliki semacam hubungan simbiosis, yang masing-masing bagian mendapat keuntungan dari peningkatan bagiannya. Peningkatan pada cara-cara untuk meniru secara persis persepsi manusia, ingatan pemrosesan bahasa dan pikiran. Oleh karena itu perkembangan AI meningkatkan pentingnya memahami kognisi manusia. Tujuan AI itu sendiri selain untuk meniru kecerdasan kognisi manusia juga untuk pemecahan masalah pengetahuan serta peningkatan SDM.
          Artificial intelligence adalah salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. Kecerdasan buatan juga merupakan suatu sistem informasi yang berhubungan dengan penangkapan, pemodelan dan penyimpanan kecerdasan manusia dalam sebuah sistem teknologi informasi sehingga sistem tersebut memiliki kecerdasan seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini dikembangkan untuk mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah, biasanya diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia, misal pengolahan citra, perencanaan, peramalan dan lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer.
Beberapa program komputer dapat bekerja lebih efektif daripada pikiran manusia. Komputer mampu memecahkan beberapa masalah, seperti sebuah soal matematika yang mendetail, lebih cepat serta lebih akurat daripada kognisi manusia. Namun di beberapa tugas lain seperti menggenaralisasikan dan memperlajari pola aktivitas baru, paling baik dilakukan oleh manusia dibandingkan komputer.

C.     Artificial Intelligence (AI) dan Sistem Pakar (ELIZA, Parry, NETtalk)
Sistem yang berkinerja seperti seorang ahli disebut dengan sistem pakar. Pada dasarnya sebuah sistem pakar adalah spesialis tiruan yang memecahkan masalah termasuk dalam keahliannya. Sistem pakar itu sendiri telah dirancang untuk memecahkan masalah dalam bidang kedokteran, hukum, catur, aerodinamis atau bahkan beberapa kasus yang sulit dipeahkan oleh manusia. Sistem ini mengikuti aturan-aturan yang telah ada sering kali menggunakan pohon keputusan, tetapi bbagaimana pun sistem ini hanya bisa memikirkan satu hal saja.
Eliza, Parry dan Nettalk adalah beberapa contoh dari chatterbot. Chatterbot merupakan sebuah program komputer yang dirancang untuk menstimulasi percakapan intelektual dengan satu atau lebih manusia secara audio maupun teks. Chatterbot dikategorikan sebagai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, yang dimanfaatkan untuk tujuan praktis seperti bantuan online, layanan personal, atau diskusi informasi, dalam hal ini dapat dilihat fungsi program sebagai suatu jenis agen percakapan (conversational agent)
ELIZA
Salah satu program komputer pertama yang mampu berkomunikasi ini ditulis oleh Joseph Weizenbaum di tahun 1966. Beberapa revisi atas ELIZA telah di buat dari konsep aslinya. Pada satu program yang spesifik, bernama DOCTOR, ELIZA mengambil peran seperti seorang psikiater.
PARRY
Colby, Hilf, Weber dan Kraemer pada tahun 1972 menstimulasi seorang pasien dan menyebut program ini PARRY, karena ia menstimulasi seorang pasien paranoid. Mereka memilih seorang paranoid sebagai subjek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoia memang ada, perbedaan respons psikotis dan respons normalnya cukup hebat dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dan kemampuan pemisahan antara respons simulasi komputer dan respons manusia. Colby dan para rekan-rekan penelitinya mengarahkan komputer tersebut untuk  melakukan Tes Turing, dengan meminta sekelompok psikiater untuk mewawancarai PARRY menggunakan pesan yang disampaikan dalam bentuk ketikan. Para juri (psikiater) diminta untuk mengukur kadar paranoia dari keseluruhan respons.
NETTalk
Program ini cukup berbeda jenisnya berdasarkan pada jaring – jaring neuron. Program ini di kembangkan oleh Sejnowski di sekolah medis Harvard dan Rosenberg di Universitas Princeton. Dalam program ini, NETTalk membaca tulisan dan mengucapkannya keras-keras. Model simulasi jaring neuron terdiri atas beberapa ratus unit (neuron) dan ribuan koneksi. NETTalk ‘membaca keras-keras’ dengan cara mengkonversi tulisan menjadi fonem -fonem, unit dasar dari suara sebuah bahasa.

D.    Penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai expert system yang dapat digunakan untuk mendukung sistem penambilan keputusan (diagnosa)
Expert system yaitu komputer sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar sehingga komputer memiliki keahlian menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki pakar. Konstribusi AI pada bidang psikologi sudah sangat berperan, dimana beberapa program dalam psikologi sudah dibantu dengan komputer. Tes psikologi yang sudah banyak bisa di akses di media komputer dan internet, seperti halnya Aptitude Test, Tes Intelegensi dan sebagainya yang kita hanya menjawab beberapa pertanyaan yang muncul dalam komputer dan hasil sudah bisa dilihat saat itu juga. Walaupun pada prosesnya kecerdasan buatan ini memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri dibanding dengan otak manusia. Dalam hal ini terlihat bahwa komputer menyimpan pengetahuan sehingga memiliki keahlian untuk menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki oleh orang yang expert di bidang nya.
Dasar untuk aplikasi-aplikasi AI pada umumnya adalah penyelesaian masalah (Problem Solving). Dua tipe dari masalah:
a.    tipe pertama dapat diselesaikan dengan menggunakan beberapa tipe prosedur deterministik, yaitu menjamin keberhasilan dan disebut: Computation
b.   tipe kedua terdiri dari masalah-masalah yang diselesaikan oleh pencarian (searching) untuk penyelesaian.
E.     Contoh Kasus
Contoh nyata model service robot berbasis vision  (vision-based service robot) yang dikembangkan penulis bernama Srikandi III yang menggunakan 2 buah kamera (stereo vision) seperti gambar di bawah, dimana robot dapat mengirimkan order pesanan minuman ke pelanggan:
(a)                                          (b)
Gambar 1.9  Contoh robotika berbasis kamera
Pada pengembangan selanjutnya, menanamkan kecerdasan buatan yang komplek pada robot sehingga  mampu mengenal dan memahami suara manusia, perhatian terhadap berbagai gerak lawan bicara dan mampu memberikan response alami yang diberikan robot ke manusia merupakan tantangan ke depan untuk membangun robot masa depan

sumber :
Solso, R., Maclin, O., & Maclin, M.(2008). Psikologi Kognitif (8th ed.). Jakarta : Erlangga
Kusumadewi, S. (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta:
Graha Ilmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar