Kamis, 08 November 2012

Dampak Negatif dalam Penggunaan Internet



Penggunaan internet tidak hanya mempunyai dampak positif, tetapi juga banyak terdapat dampak negative. Internet memberikan manfaat yang begitu besar tetapi di lain pihak internet menjadi suatu media informasi yang tidak mudah untuk di batasi. berbagai macam informasi dalam berbagai bentuk dan tujuan bercampur menjadi satu di mana untuk mengaksesnya hanya perlu satu sentuhan jari saja.

Akhir akhir ini terdapat banyak kasus terkait dengan dampak negatif penggunaan internet. Salah satu contoh kasus yang belum lama terjadi adalah kasus penculikan seorang siswi smp yang diculik oleh teman facebooknya. Seperti dimuat dalam kompasiana Kasus penculikan yang dialami Rohmatul Latifah Asyhari (16). Ia diculik oleh Anis Asmara (41), pria yang dikenal gadis itu lewat FB. Setelah menghilang 14 hari, Latifah dipulangkan oleh Anis. Selama menghilang, siswi SMA Jogoroto Jombang itu mengaku berada di Jakarta, dan kemudian di Bali, bersama Anis. Ketika memulangkan Latifah ke rumah orangtuanya di Dusun Sumberboto, Mojoduwur, Mojowarno, Anis langsung dikeroyok massa. Jika kita melihat kedalam kasus ini sebagian orang beranggapan bahwa dunia maya adalah rentan bahaya bagi penggunannya, namun jika lebih dimengerti pengguna internet lah yang salah dalam memediai fungsi dalam penggunaan internet itu sendiri. Pengguna internet seperti jejaring sosial facebook harusnya lebih mementingkan privasinya agar tidak terlalu mudah untuk mengumbar profil tentang dirinya. Dalam hal ini pengguna diharuskan untuk menjaga privasinya  seperti tidak sembarangan memberi nomer handphone dan mudah terbujuk oleh gombalan pria di comment facebook. Terlebih lagi tidak mengumbar foto pribadi yang terlalu seronok dimedia sosial yang bisa mengundang niat jahat lelaki belang untuk menggoda. Dan sepantasnya saja memasang profil picture tidak yang berlebih – lebihan. Pengguna juga jangan sembarang update mengenai keberadaannya di suatu tempat agar tidak sembarang orang tahu dimana dia berada.

FB cuma satu dari ratusan situs-situs yang ada di dunia maya. Itulah mengapa kita memang wajib mengerti bagaimana berinternet secara sehat. Ini penting, bukan cuma untuk memproteksi diri kita, tetapi untuk anak-anak kita kelak.

Tentu internet sehat tidak berarti mempersempit ruang gerak kita. Kita tetap harus melek teknologi, khususnya internet, tetapi harus tetap bijak menggunakan, apalagi Indonesia termasuk negara yang sangat cepat dalam penggunaan internet –tercatat 38 juta orang pengguna internet dan menjadi 5 besar pengguna internet terbanyak setelah Cina, Jepang, India, dan Korea Selatan. Jadi sekali lagi harus bijak. Istilah dalam organisasi internet sehat adalah wise while online, think before posting.

Sumber:

http://teknologi.kompasiana.com/internet/2010/10/26/penculikan-via-facebook-dan-internet-sehat/